Taqwa, Bekal Penting bagi Penuntut Ilmu

Hasil gambar untuk TAQWAMenuntut ilmu agama merupakan perkara yang sangat mulia. Hal itu karena ilmu dan orang-orang yang berilmu mendapatkan pujian langsung dari Allah dan RasulNya. Begitu banyak dalil, baik dari Al-Quran atau As-Sunnah yang menjelaskan keutamaan ilmu agama dan keutamaan orang-orang yang berilmu. Ilmu agama ibarat cahaya yang bisa menerangi hati manusia dan mengarahkannya kepada kebenaran yang diperintahkan oleh Allah Ta’ala. Maka dari itu, seorang penuntut ilmu harus bisa menjaga cahaya tersebut agar tetap menyala menerangi hidupnya. Salah satu yang bisa menjaga cahaya ilmu adalah taqwa.

Taqwa merupakan Wasiat dari Allah dan RasulNya

Seorang penuntut ilmu hendaknya mempunyai bekal takwa dalam perjalanannya menuntut ilmu. Karena takwa inilah yang akan menjaganya dari hal-hal yang bisa merusak pahala menuntut ilmu. Takwa merupakan hal yang sangat penting, dan ia merupakan wasiat Allah kepada hamba-hambaNya dari dahulu hingga sekarang. Allah Ta’ala berfirman:

 

… وَلَقَدْ وَصَّيْنَا الَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَابَ مِن قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ اتَّقُواْ اللهَ …

 

“… Dan kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi. Dan sungguh Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu, bertakwalah kepada Allah. …” (QS An-Nisa [4]: 131)

 

Mengingat pentingnya taqwa ini, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mewasiatkan kepada kita untuk senantiasa bertakwa di mana pun kita berada. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ

 

“Bertakwalah di mana pun kamu berada.” (HR At-Tirmidzi)

 

Pengertian Taqwa

Makna dari takwa adalah seperti yang telah dijelaskan oleh Thalaq bin Habib rahimahullah, yang mana beliau berkata:

 

التَّقْوَى عَمَلٌ بِطَاعَةِ اللهِ، عَلَى نُورٍ مِنَ اللهِ، رَجَاءَ رَحْمَةِ اللهِ، وَالتَّقْوَى تَرْكُ مَعْصِيَةِ اللهِ، عَلَى نُورٍ مِنَ اللهِ، خِيْفَةَ عِقَابِ اللهِ

 

“Taqwa itu adalah engkau melakukan ketaatan kepada Allah di atas cahaya petunjuk dari Allah dalam rangka mengharap rahmat Allah. Dan engkau meninggalkan maksiat kepada Allah di atas cahaya petunjuk dari Allah karena takut terhadap hukuman dari Allah.” (Ibnul Mubarak dalam Az-Zuhd [1343])

 

Keharusan Menjaga Ketakwaan, Menjauhi Dosa dan Maksiat

Seorang penuntut ilmu harus senantiasa bertakwa kepada Allah, yaitu ia berusaha menjalankan ketaatan kepada Allah dengan mengharap rahmat dan pahala dariNya. Kemudian ia juga harus menjauhi dosa dan maksiat karena takut terhadap adzab dan hukuman dari Allah Ta’ala. Dosa dan maksiat hanya akan menggelapkan hatinya serta menjadi penghalang baginya dalam meraih manfaat ilmu yang dimilikinya.

 

Para ulama menjelaskan bahwa salah satu dampak dari perbuatan dosa dan maksiat adalah terhalanginya seseorang dari ilmu yang bermanfaat. Hal itu karena Ilmu merupakan cahaya yang Allah Ta’ala tanamkan di dalam hati manusia, sedangkan dosa dan kemaksiatanlah yang akan memadamkan cahaya tersebut.

 

Betapa banyak ilmu-ilmu yang telah kita pelajari, namun kemudian lenyap begitu saja ke dalam lembah kegelapan karena disebabkan oleh perbuatan dosa dan maksiat yang kita lakukan.

Betapa banyak orang yang awalnya hafal ayat-ayat Al-Quran, lalu dilupakan dari hafalannya tersebut karena hatinya lebih mencintai (kecanduan kepada) kemaksiatan.

Betapa banyak orang yang semangat di dalam berdakwah kepada Allah, namun dia dijauhkan dari barokah dakwahnya tersebut disebabkan karena dosa-dosa yang ia lakukan.

 

Imam Syafi’i rahimahullah pernah mengeluhkan tentang jeleknya hafalan yang beliau miliki kepada gurunya yang bernama Waqi’, beliau berkata:

 

شَكَوْتُ إِلَى وَكِيْعٍ سُوْءَ حِفْظِي فَأَرشَدَنِي إِلَى تَرْكِ الْمَعَاصِي

وَأَخْبَرَني بِأَنَّ الْعِلْمَ نُوْرٌ وَنُوْرُ اللهِ لَا يُهدَى لِعَاصِي

 

“Aku mengeluhkan jeleknya hafalanku kepada Waqi’.

Maka beliau pun menganjurkan kepadaku untuk meninggalkan kemaksiatan.

Beliau juga mengabarkan kepadaku bahwasanya ilmu itu adalah cahaya.

Dan cahaya Allah tidaklah diberikan kepada pelaku kemaksiatan.”

 

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:

“Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjadikan balasan yang setimpal bagi orang yang gemar melakukan dosa, (yaitu) dengan dicabutnya hidayah dan ilmu yang bermanfaat (dari dirinya).” (Majmu’ Al-Fatawa [14/152])

Takwa akan Memudahkan Segala Urusan

Seorang penuntut ilmu harus senantiasa membawa bekal takwa dalam perjalanannya mencari ilmu. Karena dengan takwa, Allah Ta’ala akan memudahkan segala urusan-urusannya. Hal ini sebagaimana yang Allah firmankan:

… وَمَن يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْراً

 

“… Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (QS Ath-Thalaq [65]: 4)

 

Demikianlah uraian singkat mengenai pentingnya bekal takwa bagi seorang penuntut ilmu agama. Semoga Allah Ta’ala menjadikan kita golongan para penuntut ilmu yang menjadikan takwa sebagai bekal dalam hidup ini. Aamiin.

 

Referensi:

– Kitabul ‘Ilmi, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin

– Az-Zuhd, Ibnul Mubarak

– Atsaru Adz-Dzunub ‘ala Al-Afradi wa Asy-Syu’ub, Syaikh ‘Abdul Hadi bin Hasan Wahbi

– Shahih At-Targhib wa At-Tarhib, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani


Sumber: http://www.ypiis.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s