Keluarga, Guru Pertama bagi Seorang Anak

 Hasil gambar untuk pendidikan keluarga islamAnak merupakan anugerah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala yang wajib kita syukuri dan kita jaga. Wajib kita jaga dengan sebaik-baiknya layaknya sebuah perhiasan, karena memang Allah menganugerahkan anak keturunan kepada kita sebagai salah satu perhiasan dalam kehidupan kita di dunia ini. Allah Ta’ala berfirman:

الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِندَ رَبِّكَ ثَوَاباً وَخَيْرٌ أَمَلاً

“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amalan-amalan yang kekal lagi shalih adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.” (QS Al-Kahfi [18]: 46)

Bentuk penjagaan terhadap anak-anak kita adalah dengan menjaganya dari hal-hal yang bisa membahayakan aqidah, akhlak, dan agamanya. Namun, hal ini tidaklah semudah yang kita bayangkan, karena pada kenyataannya banyak orang tua yang berlebihan dalam memberikan kasih sayang kepada anak-anaknya hingga kebutuhan dunia anak-anaknya hampir semua dipenuhi, namun untuk perkara akhirat anak-anaknya, perhatian mereka sangat sedikit atau bahkan tidak ada perhatian terhadapnya. Jika demikian, berarti anak-anaknya tersebut menjadi fitnah bagi orang tua tersebut. Dan hal ini harus dihindari oleh setiap orang tua.

Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَن ذِكْرِ اللهِ وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

“Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang merugi.” (QS Al-Munafiqun [63]: 9)

Di zaman ini, banyak orang tua kurang perhatian terhadap pendidikan agama bagi anak-anaknya. Mereka cenderung lebih bangga jika anak-anaknya berhasil dalam masalah dunia. Adapun masalah agama tidaklah begitu penting bagi mereka. Padahal ketika kelak mereka meninggal dunia, bukanlah anak-anak yang sukses dalam masalah dunia yang akan memberikan manfaat. Namun, anak-anak yang shalih yang sukses dalam masalah agamanyalah yang justru akan memberikan manfaat kepada mereka.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ: صَدَقَةٌ جَارِيَةٌ، وَعِلْمٌ يُنْتَفَعُ بِهِ، وَوَلَدٌ صَالِحٌ يَدْعُو لَهُ

“Jika seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga hal: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendo’akannya.” (HR Muslim, At-Tirmidzi, An-Nasai, Abu Dawud, Ahmad, dan Ad-Darimi)

Orang tua yang menginginkan anak-anaknya agar menjadi shalih dan shalihah tentunya harus memberikan tarbiyah Islamiyyah kepada mereka semenjak dini. Hal ini tentunya dimulai dari rumah, yang mana rumah merupakan tempat di mana anak-anak berkumpul bersama orang tuanya dan di situlah tempat tumbuh-kembangnya. Di antara hal-hal yang bisa dilakukan oleh orang tua di rumah untuk mendidik anak-anaknya, khususnya tatkala mereka masih berusia dini atau balita adalah:

  1. Mengajarkan kalimat-kalimat yang baik

Orang tua bisa memulainya mengajarkan kalimat-kalimat yang baik kepada anaknya yang masih kecil. Misalnya: “La ilaha illallah”, “Subhanallah”, “Alhamdulillah”, “Allahu akbar”, dan kalimat-kalimat yang baik lainnya. Hal ini agar sang anak terbiasa dengan kalimat-kalimat tersebut dan tertanam di dalam dirinya sifat mulia, serta terjauhkan darinya kata-kata kotor dan sifat-sifat yang tercela.

  1. Mengajarkan adab dan akhlak

     Adab-adab yang bisa diajarkan kepada anak-anak kita saat mereka masih kecil, misalnya adalah adab ketika makan, minum, berpakaian, bersuci, dan adab yang lainnya.

     Kita juga bisa mengajarkan kepada mereka doa-doa yang mudah diucapkan. Dan dahulu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mengajarkan hal yang demikian kepada salah seorang sahabat ketika masih kecil. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يَا غُلَامُ سَمِّ اللهَ وَكُلْ بِيَمِينِكَ

“Wahai anak kecil, ucapkanlah “bismillah”, dan makanlah dengan tangan kananmu.” (HR Al-        Bukhari dan Muslim)

Selain adab, kita hendaknya juga mengajarkan kepada mereka akhlak yang mulia, seperti kejujuran dan amanah. Laranglah mereka dari akhlak        yang tercela, karena semua itu akan membentuk kepribadiannya kelak ketika sudah dewasa.

  1. Jauhkan rumah dari hal-hal yang mengundang murka Allah

Sebagai orang tua, kita hendaknya menjauhkan rumah kita dari hal-hal yang dilarang oleh syariat, seperti adanya anjing dan gambar-gambar makhluk bernyawa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَا تَدْخُلُ الْمَلَائِكَةُ بَيْتًا فِيْهِ كَلْبٌ وَلَا صُوْرَةٌ

“Para malaikat tidak akan masuk sebuah rumah yang di dalamnya ada anjing dan gambar makhluk bernyawa.” (HR Al-Bukhari, Muslim, At-Tirmidzi, An-Nasai, dan Ibnu Majah. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib no. 3058.)

Kita juga hendaknya menjauhkan anak-anak kita dari musik-musik dan program-program televisi yang kebanyakan tidak memberikan nilai pendidikan, namun justru merusak moral mereka.

  1. Ramaikan rumah dengan bacaan Al-Quran

Salah satu hal yang sangat penting dalam pendidikan anak-anak adalah membiasakan mereka untuk mendengar ayat-ayat Al-Quran dimulai dari rumahnya. Lantunan ayat Al-Quran akan memberikan pengaruh yang sangat besar dalam membentengi rumah dari setan. Dan pada akhirnya, masuklah para malaikat serta turunlah rahmat Allah yang berupa ketenangan juga kebahagiaan yang meliputi penghuni rumah. Hal ini tentunya akan memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan anak-anak kita.

Mengenai hal ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَفِرُّ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي يُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

“Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya setan-setan akan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya Surat Al-Baqarah.” (HR Muslim, An-Nasai, dan At-Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib no. 1458.)

Demikianlah beberapa hal yang bisa kita lakukan dalam rangka memberikan pendidikan Islami kepada anak-anak kita. Kita bisa memulainya dari rumah kita semenjak anak-anak kita masih kecil. Semoga Allah     memudahkan kita untuk bisa mengamalkannya, sehingga anak-anak kita bisa menjadi anak-anak yang shalih dan shalihah.

Referensi:

– Tarbiyatul Awlad fi Dhau’i Al-Kitab wa As-Sunnah, Syaikh ‘Abdussalam bin ‘Abdullah As-Sulaiman

– Kaifa Nurabbi Awladana, Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu

– Shahih At-Targhib wa At-Tarhib, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani


Sumber: http://www.ypiis.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s