Mempererat Kedekatan dengan Anak saat Ramadhan

Hasil gambar untuk keluargaKedekatan dan kebersamaan yang berkualitas antara orangtua dan anak memegang peranan penting dalam menunjang tumbuh kembang anak. Tak perlu menciptakan momen khusus untuk meningkatkan kualitas kebersamaan orangtua dan anak. Momen-momen sederhana selama menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan pun bisa dimanfaatkan orangtua untuk meningkatkan kualitas kedekatan dan kebersamaan dengan anak.

“Di Ramadhan itu ada begitu banyak momen yang bisa diciptakan,” terang psikolog anak dan keluarga Anna Surti Ariani. Selama Ramadhan, Anna mengatakan ada banya hal yang bisa dilakukan orangtua sejak pagi hingga malam untuk mempererat kedekatan mereka dengan anak.

Di Saat Sahur
Di awali sejak bangun sahur, orangtua bisa menciptakan suasana berkomunikasi yang nyaman dengan mengajak anak mempersiapkan makanan sahur bersama. Jika anak masih mengantuk, suasana yang nyaman untuk melakukan bonding dengan anak bisa dilakukan sambil menyantap makanan sahur dan melanjutkan kebersamaan tersebut dengan shalat subuh berjamaah.

Di Siang Hari
Sebagian anak biasanya belum mampu untuk menjalani puasa satu hari penuh. Dalam hal ini, orangtua dapat mengambil peran sebagai penyemangat anak untuk berpuasa hingga waktu tertentu, misalnya berpuasa setengah hari terlebih dahulu.

Dukungan bisa diberikan melalui kalimat-kalimat yang memotivasi maupun melalui tindakan. Salah satunya ialah mengajak anak terlibat dalam aktivitas baru yang dapat mengalihkan pikiran anak dari rasa lapar. Meski terkesan sederhana, dukungan-dukungan yang diberikan orangtua dapat menciptakan bonding tersendiri yang semakin mempererat kedekatan orangtua dan anak.

Saat Berbuka
Beberapa momen yang bisa dimanfaatkan orangtua untuk menambah kedekatan dengan anak ialah memasak makanan, berbuka dan menunaikan shalat bersama-sama. Saat mempersiapkan menu berbuka misalnya, orangtua bisa meminta pendapat anak mengenai menu makanan apa yang hendak mereka masak. Meminta pendapat anak dan ikut melibatkan anak dalam proses memasak akan memubuat anak merasa lebih dihargai oleh orangtua mereka.

“Anak akan merasa benar-benar dihargai, didengarkan, dipahami. Itu sebetulnya momen bonding banget,” ujar Anna.

Sebagai tambahan, saat berbuka, Anna menyarankan agar orangtua juga membimbing anak untuk memaknai rasa syukur atas makanan dan kebersamaan yang mereka miliki. Percakapan-percakapan sederhana yang terjadi selama menyantap menu berbuka tersebut akan menciptakan bonding yang baik antara orang tua dan anak.


sumber: republika.co.id

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s