Sistem Pendidikan di Jerman

  1. Potret Sistem Pemerintahan

Hasil gambar untuk pendidikan di jermanJerman merupakan republik federal dengan enam belas negara bagian. Ibu kota negara adalah Berlin. Berdasarkan undang-undang Dasar 1949, dibentuk sebuah badan legislatif, yaitu parlemen federal, yang terdiri atas 662 anggota yang dipilih rakyat untuk masa bakti 4 tahun, juga dibentuk dewan Federal, yang terdiri atas wakil-wakil pemerintah negara bagian. Kedua bagian ini bekerja sama dalam membuat undang-undang. Kekuatan terbesar berada di tangan Buundestag, tetapi undang-undang mengenai hal-hal yang berada di bawah wewenang negara bagian tak dapat disahkan tanpa persetujuan Bundestart. Kepala negara dalah presiden federsl, tetapi tugasnya lebih bersifat  seremonial. Preseiden dipilih  setiap 5 tahun oleh dewan federal , yang di bentuk dari antara para anggota. Parlemen federal dan para wakil negara bagian, masing-masing separuh.[1]

Republik federal jerman terletak di jantung eropa, berpendudukan sekitar 82 juta jiwa (1998), 7,2 juta jiwa diantaranya merupakan warga negara asing. Saat ini, jerman memiliki sembilan negara tetangga, dikelilingi oleh belanda, prancis, australia, chechnya, dan lain-lain. Republik federal jerman berdiri pada tahun 1949, bersamaan dengan kelahiran negara tersebut, di tahun yang sama telah terlahir sebanyak 793.095 bayi. Sejak tahun 1914 hingga 1949, atau dalam kurun waktu 25 tahun, jerman mengalami dua kali perang dunia. Menjelang berakhirnya perang dunia II pada tahun 1945, jerman mengalami goresan yang dalam akibat pendudukan tentara asing, pelarian, pengusiran, dan akhirnya pemisahan tanah (jerman barat dan jerman timur). Kemudian melalui perjanjian paris, republik federal jermanpada tahun 1955 menjadi anggota dari negara kesatuan negara–negara barat yang liberal. Penduduk asli Jerman berasal  dari campuran suku bangsa Teutonia dan Kelt. Kemudian terjadi pembauran dengan suku bangsa  Slavia dari timur. Tetapi pembauran dengan suku bangsa slavia dari timur. Tetapi pembaruan ini tidak begitu menampakkan unsur-unsur asli yang jelas. Bahasa Jerman tetrmasuk rumpun bahasa-bahasa indo-eropa. Pengaruh terbesar  didapat dari bahasa latin, pada abad ke-9 bahasa  ini memiliki sejumlah besar dialek 9 (mundart). Bebetapa di antaranya masih bertahan hingga kini, tetapi sebagian hanya tinggal logat.

Secara relatif hanya sedikit penduduk jerman yang tidak beragama. Penganut katolik Roma mencapai 43 persen dan Protestan 40 persen. Kebnayakan umat Protestan tinggal di bagian utara dan timur, sedang umat katolik roma terpusat di wilayah Bavaria, daerah selatan, dan daerah barat. Dalam jumlah kecil tedapat penduduk yang tidak beraga,a, aties, muslim dan yahudi. Pendidikan di jerman ditangani oleh pemerintah  Land (negara bagian).

Bangsa jerman terkenal dengan kebudayaannya yang tinggi. Negara ini memiliki sejumlah penulis , penyair, pemikir, artis, arsitek, ilmuwan serta musikus yang terkenal di seluruh dunia. Ditingkat dunia, jerman sudah lama terkenal memiliki prestasi olahraga, terutama sepakbola, atletik, tenis dan renang.

Pada tahun 1952, republik demokrasi jerman (DDR) atau jerman timur timur menutup wilayah perbatasannya dengan republik federal jerman. Namun setahun kemudian, pada tahun 1953, terjadi proses demokrasi di berlin. Pada tanggal 17 juni 1953 di seluruh jerman timur terjadi huruhara menuntut pembebasan dan penyatuan jerman timur dan barat. Namun pada tahun 1961, jerman timur menutup perbatasan berlin barat dan timur, lalu mulai membangun tembok untuk menghindari larinya penduduk secara masal.  Hubungan tarik-menarik antar dua bagian jerman ini pada akhirnya berhenti pada tahun 1990, ketika jerman timur dan jerman barat bersatu, tembok berlin yang semula sebagai simbol perbatasan dijebol ramai-ramai oleh warga kedua jerman yang telah merindukan persatuan sejak lama tersebut. Bersama dengan itu, berlin dijadikan sebagai ibu kota jerman. Pada tahun 2000, pusat pemerintahan pindah dari born yang berpopulasi 400.000 penduduk ke kota metrolitan berlin yang berpenduduk 3,4 juta jiwa. Melalui hukum dasar. Setiap orang dijamin hak fundamentalnya dalam hal kebebesan beragama, kebebesan bicara, dan perlakuan yang sama di depan umum.[2] Penduduk, sejak tahun 1960-an, penduduk jerman makin bertambah dengan kedatangan sejumlah besar pekerja asing, terutama dari eropa selatan. Mereka ini umumnya bekerja dengan upah rendah, melakukan pekerjaan-pekerjaan yang tidak membutuhkan keterampilan tinggi, dan tinggal dikawasan yang paling kumuh di kota-kota besar atau daerah industri.  Kini di seluruh jerman terdapat  sekitar 5 juta pekerja asing atau sekitar 6 persen dari 80 juta penduduk Jerman.

 

  1. Kondisi Demografi dan Potensi Income Negara

           Penduduk republik demokrasi jerman merupakan salah satu dari sejumlah kecil negara di dunia, di mana angka kependudukan sejak perang dunia II menunjukkan penurunan (1947:19,1 juta : 1964 : 17 juta), sejak tahun 1964 jumlah penduduk memang agak meningkat, tetapi tidak banyak. Penurunan jumlah penduduk terutama disebabkan oleh perpindahan (secara gelap) ke jerman barat. Daerah terpadat ialah kawaan industri leipizig-halle, sedang daerah pantai merupakan daerah yang paling tipis pendudukannya.

50 % dari penduduk jerman timur ada karyawan, angka prosentase itu termasuk tinggi dibandingkan sebagain besar negara-negara eropa lainnya, karena jumlah wanita yang bekerja di bidang industri kurang lebih 30 % bekerja di sektor jasa , kurang lebih 10 % bekerja di lapangan pertanian. Usaha pertanian mampu memenuhi kebutuha akan gula, hasil-hasil susu, sayuran dan kentang di dalam negeri. Diantara hasil-hasil tambang dapat di sebutkan, batu bara cokelat (produsen utama di dunia), berbagai garam, terutama garam kalium. Biji besi dan sejumlah kecil uranium, bismut dan kobalt. Jerman timur merupakan negara industrialis terbesar di blok.

Sejak 1950 jerman barat mencatat angka kenaikan penduduk yang tinggi. Hal itu sebagian karena angka kelahiran melebihi angka kematian, imigrasi dari luar, terutama berupa pelarian dari jerman timur (antara 1955-1961, jumlah pelarian mencapai hampir 2 juta, setelah pembangunan tembok berlin, jumlah pelarian memang sangat berkurang).

Jerman barat sampai sekarang merupakan salah satu negara pertanian besar di eropa barat, mampu menyediakan 25% dari produksi gandum masyarakat ekonomi eropa. Kurang lebih 50 % dari produksi kentang dan 30 % dari panen gula bit. Daerah oaling subur terletak di tanah-tanah los dan polder sepanjang pantai L.Utara. pertaniah  buah-buahan banyak di usahakan disepanjang daerah aliran S. Main, Neckar, Moezal dan Rhein. [3]

 

  1. Filsafat Pendidikan dan Orientasi Pendidikan

Republik federal jerman atau jerman barat terdiri atas federasi 11 lander(negara bagian), yang masing-masing diantaranya memiliki pemerintahan, parlemen, dan administrasi sendiri. Menurut pasal 7 konstitusi jerman barat, otonomi budaya dijamin keberadaannya bagi lander ini berarti bahwa pendidikan   barat, termasuk pendidikan tinggi, menjadi tanggung jawab lander. Jadi, sekolah dan pembangunan sistem pendidikannya merefleksikan tingkat situasi politik yang sesuai dengan masing-masing lander. Untuk meningkatkan persatuan jerman yang lebih tinggi lagi, para menteri pendidikan sejak tahun 1948 melakukan pertemuan bulanan dan mendirikan konferensi permanen para menteri pendidikan bagi lander. [4]

Sistem pendidikan umum di republik demokratik jerman atau jerman timur ini merefleksikan berbagai unsur dari tradisi pendidikan di jerman, tetapi adaptasi bentuk soviet bisa pula diamati. Sistem pendidikan satu tangga yang didirikan pada tahun 1945 pada awal pendudukan pasca-perang soviet, telah menghapuskan pembagian para siswa dalam sekolah yang terpisah setelah sekolah primer empat tahun. Suatu pembagian yang dibuat sejalan dengan kondisi sosial ekonomi. Seluruh elemen sosialis nasional yang jelas ada juga dihapus karena alasan reformasi sekolah secara menyeluruh tersebut. Seluruh sistem pendidikan berada dibawah pengawasan pusat di tingkat nasional. Seperti halnya yang berlaku di semua negara komunis, sekolah mulai digunakan untuk mencapai sasaran ekonomi yang dibentuk melalui rencana nasional, disamping sasaran politik yang diturunkan dari ideologi komunis. Sekarang, kemampuan teknis, pengetahuan alam, pola pilir marxis ortodoks, dan berbagai dialeknya lebih mendapatkan perhatian ketimbang ilmu-ilmu humaniora atau ilmu-ilmu perilaku. Berbeda dengan perkembangan pendidikan di jerman barat, peluang pendidikan lebih luas dan menyebar hingga lebih banyak mencapai masyarakat kelas pekerja dan kalangan perempuan. [5]

 

  1. Kebijakan di Bidang Pendidikan Agama

Di beberapa lander, sekolah dasar di bagi menurut aliran keagamaan dari orang tua. Lebih dari setengah populasi penduduknya beragama kristen protestan, sekitar 44 persen beragama kristen roman katolik. Hubungan antara gereja katolik dengan pihak sekolah di tiap lander ditentukan oleh perjanjian yang disepakati denagn pihak vatikan. Para orang tua  dapat menentukan sekolah mana yang akan mereka pilih untuk mengirim anak mereka. Di beberapa lander terdapat pemisahan antara sekolah dasar dengan sekolah yang berafiliasi pada aliran agama tertentu. Sementara di lander lainnya terdapat sekolah komunitas krisen, yang pelajaran keagamaannya diberikan menurut aliran keagamaan para muridnya. Sekolah menengah umumnya berupa komunitas  sekolah kristen. Akan tetapi, terjadi perkembangan ke arah orientasi sekolah utama. Bahkan, di beberapa wilayah yang dominan warga katoliknya, seperti bavaria dan rhinebavaria utara, juga demikian. [6]

 

 

  1. Kebijakan di Bidang Manajemen Pendidikan Formal.
  2. Pendidikan Prasekolah

Pendidikan prasekolah dilaksankan secara sukarela (oleh yayasan swasta). Kebanyakan taman anak-anak antara usia tiga dan enam tahun dilaksanakan oleh lembaga swasta dan pihak gereja, serta disupervisi oleh pejabat sosial, yakni para menteri dan badan kesejahteraan sosial.

  1. Pendidikan Dasar

Sekolah dasar wajib di lalui oleh semua anak. Lamanya berkisar antara 4 hingga 6 tahun. Pelajaran yang diberikan adalah agama. Bahasa jerman, menyanyi, geografi, aritmatika, pendidikan fisik, seni kreativitas, dan sains bagi perempuan diberikan pelajaran menjahit.

  1. Pendidikan Menengah

Murid sekolah menengah harus bersekolah hingga usia 15 tahun. Mereka dapat masuk ke salah satu dari tiga jenis sekolah, yaitu sekolah utama, sekolah intermediate, atau sekolah menengah klasik.

  1. Pendidikan Teknik dan Kejuruan

Pendidikan kejuruan memiliki tradisi yang lama di jerman barat. Umumnya, tiga jenjang sekolah dapat dibedakan sebagai berikut sekolah kejuruan paro waktu (part time), yakni berufsschulen, dan penuh waktu (full time), yakni berufsfachschulen, sekolah teknik (fachschulen), dan sekolah teknik lanjutan (Hohere Fachschulen, Akademien).

  1. Pendidikan Tinggi

Lembaga pendidikan tinggi meliputi universitas, universitas teknik, sekolah tinggi teologi, sekolah tinggi pelatihan guru, serta akademi seni, musik, dan olahraga. Persyaratan pendaftaran bagi semua institusi, kecuali beberapa akademi seni dan musik adalah menyerahkan sertifikat abitur.

Universitas tradisional diorganisasikan menjadi beberapa fakultas atau jurusan dan dikelola oleh rektor atau presiden yang dipilih oleh senat (baik mewakili pihak fakultas maupun mahasiswa). Sebaliknya, universitas modern diorganisasikan menjadi beberapa jurusan yang dipimpin oleh presiden (di Indonesia disebut rektor). Ada 34 universitas, 28 universitas umum. 9 universitas teknik, dan sisanya mewakili bidang kedokteran, ekonomi, dan pertanian.

  1. Pelatihan Guru

Pelatihan semua guru, kecuali para guru taman kanak-kanak, dilaksanakan di universitas dan lembaga pendidikan tinggi lain. Lama pelatihan beragam, dari tiga hingga lima tahun, menurut tipe sekolah di mana mahasiswa tersebut di latih. [7]

 

  1. Dinamika dalam Pengembangan Kurikulum

Para Menteri Pendidikan mendirikan kurikulum (lehr palne), tetapi seringkali hanya sebatas pada kerangka kerja semata. Para menteri-menteri menerbitkan dafatr buku teks yang sesuai dan sekolah dapat memilih judul buku yang mereka kehendaki. Masing-masing komunitas (Gemeinde) mempunyai panitia sekolah (Schulausschuss) yang mengurusi pengangkatan para guru dan kepala sekolah. Panitia bertanggung jawab bagi upaya perawatan gedung dan peralatan sekolah.[8]

Secara umum sekolah di Jerman melaksanakan pendidikan selama 5 hari perminggu yaitu dari hari senin sampai jum’at, sedangkan hari sabtu dan minggu adalah waktu mereka belajar di rumah bersama orang tua dan teman sebaya. Khusus sekolah-sekolah lanjutan mengajarkan banyak mata pelajaran. Mata pelajaran yang di ajarkan di sekolah lanjutan adalah mata pelajara budaya (etika, seni musik, bahasa nasional dan bahasa asing), ilmu alam (astronomi, kimia, fisika, dan biologi), ilmu sosial (sejarah, ekonomi, geografi), matematika, pendidikan jasmani dan juga agama.[9]

Pendidikan negara bagian menentukan kurikulum mereka sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan mereka melakukan itu melalui tiga jenis instrumen, yaitu:

1) Tabel yang menguraikan jumlah jam belajar per minggu, serta mata pelajaran sesuai dengan “grade” dan jenis sekolah

2) Pedoman kurikulum

3) Pemberian wewenang penulisan dan pengadaan buku teks (H. Mohle, 1992: 82). [10]

Secara umum kurikulum pendidikan Jerman dapat diformulasikan sebagai berikut:

1) Tujuan umum kurikulum ditentukan oleh peraturan sekolah/sering dinyatakan pada mukadimah suatu keputusan, sedangkan tujuan khusus diterbitkan dalam kaitannya dengan pedoman kurikulum.

2) Silabus, rekomendasi metode mengajar dan model rencana pelajaran diputuskan oleh kementrian negara.

3) Mengenai buku teks, tidak ada yang dapat dipakai tanpa ada persetujuan dari Kementerian negara bagian dan guru boleh menggunakannya sejauh terdapat dalam daftar rekomendasi buku yang sah.

4) Metode mengajar, bukan “teacher centered” tetapi “student centered” yang sifatnya “open instruction” (murid belajar atas dorongan sendiri)[11]

  1. Pengembangan  Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Semua  guru sekolah dasar berbahasa daerah diwajibkan memiliki ijazah dan diperkenalkan sebuah ujian kualifikasi negara untuk mengevaluasi kecakapan akademik dan kecapakan pedagogis. Untuk menjamin pasokan guru, jumlah seminari ditingkatkan secara tetap sampai mencapai empat puluh seminari pada tahun 1840. Harapannya guru tidak hanya bertindak sebagai pengawas bagi anak tetapi juga sebagai pengaruh penatar (up-grading influences) dalam komunitas.[12]

Hanya guru-guru Gymnasium dan sebagian guru-guru specialis untuk bidang keuangan yang dididik di tingkat Universitas (S1), dengan tekanan utama bidang keahlian daripada bidang keguruan. Namun, sejak tahun 1960, telah mulai dicanangkan persyaratan kualifikasi yang sama untuk semua guru, minimal telah di duduk di Universitas. Staf pengajar untuk jenis sekolah lain, termasuk berbagai bentuk sekolah vokasional dan teknik memperoleh pendidikan di perguruan tinggi dan menuntut persyaratan masuk yang lebih rendah.[13]

  1. Pembiayaan Pendidikan

Para menteri pendidikan menerbitkan daftar buku teks yang sesuai dan sekolah dapat memilih judul buku yang mereka kehendaki. Masing-masing komunitas mempunyai panitia sekolah yang  mengurusi pengangatan para guru dan kepala sekolah. Panitia bertanggung jawab bagi upaya perawatan gedudng dan peralatan sekolah.

Di seluruh sekolah negeri, sekolah diselenggarakan secara gratis dengan menyediakan pendidikan umum dan kejuruan. Sekolah swasta bisa menerima bantuan dari land jika upaya yang dilakukan memenuhi minat masyarakat dan jika mereka berubah menjadi sekolah negeri. Sebagai aturannya, gaji guru dibayar oleh lander. Biaya konstruksi sekolah dan transportasi pelajar disubsidi oleh lander.

[1] Hasan sadli, Ensiklopedia Indonesia, (Jakarta : Pt jaya purse), hlm. 164

[2] Abd.Rachman Assegaf, Sketsa Perbandingan Pendidikan di Negara-Negara Islam dan Barat, (Yogyakarta : Gama Media, 2003), hlm. 191-192

[3] Hassan Shadily, Ensiklopedia Indonesia, (Jakarta : Ichtiar Baru- Van Hoeve), hlm. 1584-1586

[4] Abd.Rachman Assegaf, Op. Cit, hlm. 193

[5] Ibid., hlm. 200-201

[6] Abd.Rachman Assegaf, Op. Cit, hlm. 194-195

 

[7] Ibid., hlm. 195

[8] Abd. Achmad Assegaf, Op. Cit.,  hlm.193-194

[9] Ibid., hlm. 144

                [10] Agustiar Syah Nur, Op. Cit., hlm. 167

                [11] Ibid., hlm. 167-168

                [12] I.N. Thut dan Don Adams, Pola-pola Pendidikan dalam Masyarakat Kontemporer, Yogyakarta: Pustaka pelajar, 2005), hlm. 137

                [13] Agustiar Syah Nur, Op.Cit., hlm. 166


Sumber : Presentasi Makalah Perbandingan Pendidikan B IAIN PEKALONGAN

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s