Tahun 2021, Indonesia Kekurangan 9. 000 Dosen

Hasil gambar untuk pendidikanDirjen Daya Iptek Dikti Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) Ali Ghufron Mukti mengatakan, salah satu persyaratan menjadi dosen adalah minimal berijazah S-2. Ketentuan ini sesuai dengan UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Namun, berdasarkan data Kemristekdikti, 34.933 dosen di Indonesia masih berkualifikasi S-1.

Data tersebut, menurut Ghufron, menunjukkan kekurangan dosen ini semakin terasa, karena setiap tahun, ada 1.200 hingga 2.000 dosen yang pensiun sehingga dalam kurun waktu enam tahun mendatang, Indonesia akan mengalami kekurangan dosen sekitar 9.000 orang. Jika rata-rata setiap tahun ada 1.500 dosen yang pensiun.

“Kita krisis dosen, karena setiap tahun dosen pensiun sementara formasinya (pengangkatanya) hampir enggak ada,” kata Ghufron pada Peluncuran Program Beasiswa bagi Dosen, di Gedung Kemrisrekdikti, Jakarta, Senin (5/6).

Menurut Ghufron, peran serta dosen sangat besar pada perguruan tinggi. Pasalnya, dosen merupakan komponen civitas academika kampus yang sangat penting. Kualitas dosen dalam mengajar juga yang berperan menentukan kualitas dan mutu mahasiswa.

Untuk itu, Ghufron mengatakan, pemerintah terus berupaya mengisi kekurangan dosen dengan berbagai kebijakan. Saat ini yang telah dijalani adalah kebijakan Pemberian Nomor Induk Dosen Khusus (NIDK) kepada pensiunan atau tenaga profesional yang mau mengajar.

Selanjutnya, alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) ini mengatakan, dalam peningkatan mutu dosen, pemerintah juga membuka akses beasiswa pascasarjana (S-2 dan S-3), baik di universitas dalam negeri maupun luar negeri. Pasalnya, selain kekurangan dosen lulusan S-2, Indonesia juga kekurangan jumlah profesor. Tercatat jumlah profesor masih ada di angka 5.389 orang. Padahal, yang ideal seharusnya Indonesia membutuhkan 22.000 profesor. Pasalnya, jumlah itu, setara dengan jumlah program studi (Prodi) yang ada yakni sekitar 23.000-an prodi.

Ada pun skema beasiswa yang ditawarkan ada tiga jalur beasiswa yakni Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri (BPP-DN), Beasiswa Afirmasi untuk Perguruan Tinggi Negeri Baru (PTNB), dan Beasiswa Program Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU).

Dijelaskan dia, tiga beasiswa yang diluncurkan ini ada 1.400 kursi yang telah dipersiapkan untuk berbagai kategori. Misalnya, beasiswa BPP-DN disediakan bagi dosen tetap yang bertugas pada perguruan tinggi di bawah binaan Kemristekdikti. “Khusus untuk tahun ini pemerintah mengalokasikan kuota sebanyak 1.000 orang. Beasiswa ini diperuntukkan bagi dosen yang memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) dan NIDK untuk melanjutkan jenjang S3 selama tiga tahun,” ucapnya.

Sementara, beasiswa Afirmasi diperuntukkan bagi dosen tetap Perguruan Tinggi Negeri Baru (PTNB) yang telah memiliki NIDN atau NUPN dan dosen yang memiliki NIDN di lingkungan Kemristekdikti. Beasiswa ini untuk jenjang S2 dengan durasi selama empat semester atau dua tahun. Pemerintah menyediakan 150 kuota.

Selanjutnya, beasiswa PMDSU adalah program percepatan pendidikan yang diberikan pada lulusan sarjana yang memenuhi kualifikasi menjadi seorang doktor. Beasiswa ini memiliki durasi selama empat tahun yang dibimbing promotor handal Tanah Air.

Dijelaskan Ghuforn, penerima beasiswa PMDSU dituntut menghasilkan minimal dua publikasi hasil riset di jurnal internasional. Untuk tahun ini, pemerintah menyediakan 250 kuota.

Leboh lanjut, beasiswa PMDSU ini, kata Ghufron, menyediakan fasilitas pendanaan hibah penelitian untuk mahasiswa sebesar Rp 50-60 juta per tahun dan mendapat bimbingan penulisan publikasi ke luar negeri.

Selain itu, pemerintah juga menyediakan beasiswa dosen ke luar negeri, yakni melalui skema Dikti Funded Fulbright ke Amerika Serikat (AS) untuk 50 penerima, OeAD Austria untuk 10 penerima, dan Newton Fund Inggris untuk delapan penerima.

Sebagai informasi, tiga jenis beasiswa tersebut resmi diluncurkan Senin(5/6) dan sudah dibuka pendaftaran sampai dengan 30 Juni 2017. Peserta dapat mendaftarkan​ diri pada laman beasiswa Kemrisrekdikti yakni beasiswa.dikti.go.id.

sumber: http://www.beritasatu.com

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s