Bank Sperma, Bayi Tabung dan Transplantasi Organ

BAB I

PENDAHULUAN

Gambar terkait  Keturunan atau anak adalah sesuatu yang sangat diidam-idamkan dalam pernikahan, pernikahan tanpa adanya seorang buah hati seakan-akan tidak ada artinya, karena salah satu dari tujuan pernikahan adalah memperoleh keturunan. Namun demikian kadang-kadang keturunan tidak diperoleh karena adakalanya si suami mandul (tidak subur), sedang suami istri menginginkan anak, sehingga tidak tercipta suasana jiwa keluarga yang tenang dan tenteram, karena tidak ada anak sebagai penghibur hati.

Maka seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan tekhnologi, khususnya di bidang kedokteran dan kesehatan muncul istilah-istilah baru, diantaranya, bank sperma, bayi tabung dan transplantasi organ tubuh atau yang lebih dikenal dengan donor anggota tubuh.

Masih terkait dengan istilah-istilah di atas, antara bank sperma dengan inseminasi buatan terdapat sebuah hal yang itu menafikan adanya hubungan perkawinan atau tidak, hal ini akan menjadi kerancuan pada status dan nasab anak tersebut.

Adapun transplantasi organ itu sendiri merupakan suatu teknologi medis untuk penggantian organ tubuh pasien yang tidak berfungsi dengan organ dari individu yang lain.

Oleh karenanya, dalam makalah ini kami akan membahas mengenai  apa itu bank sperma, bayi tabung dan transplantasi organ tubuh, karena ketiga hal itu merupakan masalah baru yang belum pernah dikaji oleh para fuqaha klasik tentang hukum-hukumnya ditinjau dari segi ilmu fiqh.

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. Bank Sperma
  2. Pengertian Bank Sperma

Bank sperma adalah sebuah pengambilan sperma dari donor sperma lalu di bekukan dan disimpan ke dalam larutan nitrogen cair untuk mempertahankan fertilitas sperma. Dalam bahasa medis bisa disebut juga Cryiobanking. Cryiobanking adalah suatu teknik penyimpanan sel cryopreserved untuk digunakan di kemudian hari. Pada dasarnya, semua sel dalam tubuh manusia dapat disimpan dengan menggunakan teknik dan alat tertentu sehingga dapat bertahan hidup untuk jangka waktu tertentu.

Hal ini dapat dilakukan pada suhu yang relatif rendah. Teknik yang paling sering digunakan dan terbukti berhasil saat ini adalah metode Controlled Rate Freezing, dengan menggunakan gliserol dan egg yolk sebagai cryoprotectant untuk mempertahankan integritas membran sel selama proses pendinginan dan pencairan.

  1. Latar Belakang Munculnya Bank Sperma

Latar belakang munculnya bank sperma antara lain adalah sebagai berikut :

  • Keinginan memperoleh atau menolong untuk memperoleh keturunan pada seorang pasangan suami istri yang tidak mempunyai anak.
  • Memperoleh generasi jenius atau orang super
  • Menghindarkan kepunahan manusia
  • Memilih suatu jenis kelamin
  • Mengembangkan kemajuan teknologi terutama dalam bidang kedokteran.[1]

Menurut Werner (2008), Beberapa alasan seseorang akhirnya memutuskan untuk menyimpan spermanya pada cryobanking, antara lain:

  1. Seseorang akan menjalani beberapa pengobatan terus menerus yang dapat mengurangi produksi dan kualitas sperma
  2. Seseorang memiliki kondisi medis yang dapat mempengaruhi kemampuan orang tersebut untuk ejakulasi.
  3. Seseorang akan menjalani perawatan penyakit kanker yang mungkin akan mengurangi atau merusak produksi dan kualitas sperma.
  4. Seseorang akan memasuki daerah kerja yang berbahaya yang memungkinkan orang tersebut terpapar racun reproduktif.
  5. Seseorang akan menjalani beberapa prosedur yang dapat mempengaruhi kondisi testis, prostat, atau kemampuan ejakulasinya.
  6. Seseorang akan menjalani vasektomi.

Adapun beberapa salah satu tujuan umum diadakannya bank sperma adalah semata-mata untuk membantu pasangan suami isteri yang sulit memperoleh keturunan dan menghindarkan dari kepunahan.

  1. Hubungan Bank Sperma dan Perkawinan

       Perkawinan di dalam Islam merupakan suatu institusi yang mulia. Ia adalah ikatan yang menghubungkan seorang lelaki dengan seorang perempuan sebagai suami isteri. Sebab itulah akad perkawinan ini dikatakan sebagai satu akad untuk menghalalkan persetubuhan di antara seorang lelaki dengan wanita, yang sebelumnya diharamkan.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

”Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Q.S Al-Hujurat: 13)

Namun, hubungan perkawinan yang wujud ini bukanlah semata-mata untuk mendapatkan kepuasan seks, tetapi merupakan satu kedudukan untuk melestarikan keturunan manusia secara sah.

Oleh sebab itu, mana-mana anak yang dilahirkan hasil dari perkawinan yang sah adalah anak sah baik menurut syara` atau hukum positif di indonesia. Anak tersebut dikatakan mempunyai nasab yang sah dari segi hukum syara’, berbeda dengan anak zina yang tidak boleh dihubungkan dengan mana-mana nasab. Islam memandang penting akan hubungan perkawinan atau persetubuhan sah ini karena ia melibatkan banyak lagi hukum lain yang muncul darinya seperti nasab, waris, harta pusaka dan sebagainya.

Kehadiran bank sperma menjadikan pengaruh yang sangat bersar terhadap seorang suami isteri atau juga pada seorang gadis yang tidak mau kawin tapi pingin punya anak hal itu tidak asing lagi itu bisa terjadi dengan kemajuan teknologi sekarang ini seperti adanya bank sperma tinggal beli aja lalu di suntikkan kedalam alat kelamin perempaun di dalam rahimnya yang akan bergabung dengan ovum baru bisa hamil.

Tapi tidak semudah itu untuk melakukannya Islam sendiri telah memberi peraturan dan penjelasan yang tegas seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa antara kaum laki-laki dan perempaun dijadikan berbeda-beda untuk saling berpasang-pasangan, oleh karena itu maka adanya anjuran untuk kawin sekaligus hubungannya dengan perkawinan.[2]

  1. Hukum Bank Sperma dan Pendapat Ulama

Secara umum Islam memandang bahwa melakukan onani merupakan perbuatan yang sangat tidak etis.

Sayyid Sabig mengatakan bahwa malikiyah, syafi’iyah, dan zaidiyah mengharamkan perbuatan onani dengan alasan bahwa Allah SWT. memerintahkan menjaga kemaluan dalam segala keadaan kecuali kepada istri dan budak yang dimilikinya.

Sebagian Hanabilah berpendapat bahwa onani memang haram tetapi kalau karena takut zina, maka hukumnya diperbolehkan, dengan berdasarkan kaidah fiqh “Diperbolehkan melakukan bahaya yang lebih ringan, untuk menghindari bahaya yang lebih berat.”

Menurut Al-Imam Taqiyudin Abi Bakar Ibnu Muhammad Al-Husainy, mengemukakan bahwa onani itu adalah boleh karena yang dilakukan suami atau istri itu memang tempat kesenangannya. “Seorang laki-laki dibolehkan mencari kenikmatan melalui tangan istri atau hamba sahayanya karena di sanalah salah satu tempat kesenangannya.”[3]

Adapun mengenai status hukum bank sperma, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam Musyawarah Nasional (Munas) MUI ke VIII di Hotel Twin Plasa, Jakarta Barat, Selasa (27/07/2010) menyatakan, praktek jual beli sperma haram hukumnya, sedangkan pendirian bank air susu ibu (ASI) diperbolehkan dengan persyaratan tertentu.

 

  1. Bayi Tabung
  2. Sejarah Singkat

Istilah inseminasi pertama kali diperkenalkan oleh Abbe Lazaric Spallanzani tahun 1784 dimana dia berhasil mengawinkan serangga, binatang amfibi, dan kemudian anjing yang melahirkan tiga ekor anak. Atas keberhasilan ini, Borner berkomentar, “Akan datang waktunya penemuan amat penting ini terjadi pada masyarakat manusia.

Di Indonesia keberhasilan inseminasi atau bayi tabung ditandai dengan lahirnya dua bayi pada tahun 1987 dan 1988 atas jasa Fakultas Kedokteran UI. [4]

  1. Pengertian dan Teknik Pembuatan

          Inseminasi buatan merupakan terjemahan dari istilah Inggris, yaitu Artificial Insemination yang dalam bahasa Indonesia disebut dengan pemanian buatan, atau penghamilan buatan. Dr. H. Ali Akbar mendefinisikannya, “Memasukkan sperma dalam alat kelamin perempuan tanpa persetubuhan untuk membuahi telur atau ovum wanita.”[5]

Dari pengertian di atas, dapat diambil pengertian bahwa inseminasi buatan ialah pembuahan pada hewan atau manusia tanpa melalui senggama.[6]

  1. Hukum Inseminasi Buatan Pada Manusia (Bayi Tabung)

          Masalah bayi tabung telah banyak dibicarakan dikalangan Islam dan di luar Islam, baik ditingkat nasional maupun internasional. Misalnya Majelis Tarjih Muhammadiyah dalam muktamarnya tahun 1980 mengharamkan bayi tabung dengan donor sperma. Lembaga Fiqh Islam OKI (Organisasi Konferensi Islam) mengadakan sidang di Amman pada tahun 1986 untuk membahas beberapa tehnik inseminasi buatan (bayi tabung) dan mengaharamkan bayi tabung dengan sperma dan/ovum donor. Vatikan secara resmi pada tahun 1987 telah mengecam keras pembuahan buatan, bayi tabung, ibu titipan dan seleksi jenis kelamin anak, karena dipandang tak bermoral dan bertentangan dengan harkat manusia. Kemudian Kartono Muhammad, Ketua IDI (Ikatan Dokter Indonesia) berharap agar masyarakat Indonesia dapat memahami  dan menerima bayi tabung dengan syarat sel sperma dan ovum dari suami istri sendiri.

Dalam pandangan Islam, bayi tabung apabila dilakukan dengan sel sperma dan ovum suami istri sendiri dan tidak ditransfer embrionya ke dalam rahim wanita lain termasuk istrinya sendiri yang lain, maka Islam membenarkan, baik dengan cara mengambil sperma suami, kemudian disuntikkan ke dalam vagina atau uterus istri maupun dengan cara pembuahan dilakukan diluar rahim kemudian buahnya (vertilized ovum) ditanam didalam rahim istri asal keadaan kondisi suami istri yang bersangkutan benar-benar memerlukan cara inseminasi buatan untuk memperoleh anak, karena dengan cara pembuahan alami, suami istri tidak berhasil memperoleh anak.

Sebaliknya kalau inseminasi buatan itu dilakukan dengan bantuan  donor sperma dan atau ovum, maka diharamkan, dan hukumnya sama dengan zina. Dan sebagai akibat hukumnya, anak hasil inseminasi tersebut tidak sah dan nasabnya hanya berhubungan dengan ibu yang melahirkannya.[7]

Adapun hukum mengenai inseminasi buatan dilihat dari kacamata dalil terdapat dalam Surah al-Israa ayat 70 yang artinya,“ Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan”. Ayat ini dapat disimpulkan bahwa inseminasi buatan merupakan hal yang dilarang oleh agama.

Akan tetapi terdapat perbedaan dikalangan ulama sendiri, bahwa tidak ada teks yang jelas mengenai pengharamannya. Oleh karena itu, untuk menentukan hukum inseminasi buatan tidak mungkin dilakukan dengan ijtihad fardi (individual) akan tetapi harus ijtihad jama’i (kolektif) antara ulama dengan ahli kedokteran serta ahli biologi. Tujuan daripada itu agar dapat ditemukan hukum yang lebih tepat.[8]

  1. Asal dan Tempat Penanaman Bibit
  2. Bibit dari Pasangan Suami Istri yang Sah (Inseminasi Homolog)

        Tujuan hubungan yang dilakukan antara suami-istri ialah untuk mendapatkan keturunan. Ketika dikaitan dengan inseminasi buatan yang bibitnya berasal dari suami istri, yang itu dilakukan di luar rahim atau mengambil sperma suami, maka hal ini diperbolehkan karena berasal dari pasangan yang sah. Jumhur ulama membolehkan inseminasi buatan seperti ini.

 

 

  1. Bibir Bukan dari Pasangan Suami Istri (Heterolog)

        Terkait inseminasi ini, jumhur ulama mengharamkan, karena sama saja dengan perbuatan zina. Hal ini didukung oleh firman Allah SWT.

ô‰s)s9 $uZø)n=y{ z`»|¡SM}$# þ’Îû Ç`|¡ômr& 5OƒÈqø)s? ÇÍÈ

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya .

Dan dalam hadist Rasulullah SAW, yang artinya, ”Tidak boleh orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir menyirami air spermanya kepada tanaman orang lain” ( H.R Abu Daud)[9]

 

  1. Donor Organ Tubuh
  2. Pengertian Transplantasi

Istilah Transplant pertama kali digunakan oleh John Hunter yang merupakan Bapak dari IImu Bedah Eksperimental pada tahun 1778. Transplantasi jaringan seperti darah, tulang dan kulit sudah dilakukan sejak periodc pre anestesia, sedangkan transplantasi cornea telah dilakukan sejak tahun 1905 oIeh Zirm. Transplantasi organ yang memerlukan penyambungan pembuluh darah pada waktu itu masih mengalami kesulitan.[10]

Pasal 1 huruf (e) Peraturan Pemerintah No. 18 Tahun 1981 Tentang Bedah Mayat Klinis dan Bedah Mayat Anatomis serta Transplantasi dan atau Jaringan Tubuh Manusia menyatakan bahwa : “Transplantasi adalah rangkaian tindakan kedokteran untuk pemindahan alat dan atau jaringan tubuh manusia yang berasal dari tubuh orang lain dalam rangka pengobatan untuk menggantikan alat dan atau jaringan tubuh manusia yang tidak berfungsi dengan baik.”[11]

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa transplantasi mempunyai beberapa tujuan:

  1. Kesembuhan dari suatu penyakit.
  2. Pemulihan kembali suatu organ, jaringan, atau sel yang telah rusak atau mengalami kelainan.[12]
  3. Jenis-Jenis Donor dan Hukumnya
  4. Transplantasi Organ Tubuh Donor dalam Keadaan Sehat

        Apabila transplantasi organ tubuh diambil dari orang yang masih dalam keadaan hidup sehat, maka hukumnya haram, dengan alasan :

  • Firman Allah dalam Al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 195, yang memiliki makna agar jangan gegabah dan ceroboh dalam melakukan sesuatu, tetapi harus memperhatiak akibatnya yang kemungkinan bisa berakibat fatal bagi diri pendonor, meskipun perbuatan itu mempunyai tujuan kemanusiaan yang baik dan luhur.
  • Qaidah Fiqhiyah

“Menghindari kerusakan didahulukan dari menarik kemaslahatan”. Berkenaan transplantasi, seseorang harus lebih mengutamakan memelihara dirinya dari kebinasaan, dari pada menolong orang lain  dengan cara mengorbankan dirisendiri, akhirnya ia tidak dapat melaksanakan tugasnya dan kewajibannya terutama tugas kewajibannya dalam  melaksanakan ibadah[13]

  1. Transplantasi Organ Tubuh Dalam Keadaan Telah Meninggal

Mengambil organ tubuh donor yang sudah meninggal secara yuridis dan medis, hukumnya mubah yaitu boleh menurut pandangan Islam, dengan syarat bahwa resipien (penerima sumbangan organ tubuh) dalam kedadaan darurat yang mengancam jiwanya bila tidak dilakukan transpalntasi itu, sedangka ia sudah berobat secara optimal, tetapi tidak berhasil. Hal ini berdasarkan qaidah fiqhiyah : “Darurat akan membolehkan yang diharamkan.” Juga berdasarkan kaidah fiqhiyah:”Bahaya itu harus dihilangkan.”

Adapun dalil-dalil yang dapat dijadikan dasar untuk membolehkan transplantasi organ tubuh antara lain:

  • Al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 195

Islam tidak membenarkan seseorang membiarkan dirinya dalam keadaan bahaya, tanpa berusaha mencari penyembuhan secara medis dan non medias, termasuk upaya transplantasi, yang memberikan harapa untuk bisa bertahan hidup dan menjadi sehat kembali.

  • Al-Quran Surat Al Maidah ayat 32

Ayat tersebut menunjukkan bahwa tindakan kemanusiaan (seperti transplantasi) sangat dihargai oleh agama Islam. Tentunya sesuai dengan syarat yang telah ditentukan.

  • Al-Qur’an surat al-Maidah ayat 2

Mengandung perintah berbuat baik kepada sesama manusia dan saling tolong menolong dalam hal kebaikan. Menyumbang organ tubuh si mayit merupakan suatu perbuatan tolong menolong dalam kebaikan kerana memberi manfaat bagi orang lain yang sangat memerlukan.

Perlu dipahami pula bahwa sebenarnya merusak jasad mayit merupakan tindakan yang tidak bisa dibenarkan. Larangan ini semata-mata demi memjaga kemuliaan mayit. Akan tetapi ketika dalam kondisi darurat keran keperluan yang mendesak, para ulama berselisih pendapat :

  1. Ulama Malikiyah, berpendapat bahwa kondisi apapun tidak boleh memakan daging manusia, sekali-kalipun dia akan mati. Alasannya semata-mata untuk memuliakannya
  2. Ulama Syafi’iyah, berpendapat bahwa boleh makan organ mayat manusia selama tidak ditemukan makanan yang lain. Karena kemuliaan orang hidup lebih utama dari kemuliaan yang mati
  3. Ulama Hanabilah, berpendapat bahwa kondisi darurat, boleh makan mayat manusia yang halal darahnya.[14]

Berdasarkan dalil-dalil serta pendapat para ulama di atas, dapat disimpulkan bahwa orang yang mendonorkan organ tubuhnya tidak dapat menanggung akibat perbuatan yang dilakukan oleh resipen, baik berupa pahala ataupun dosa. Ini semua karena tanggung jawab berada pada masing-masing individu.[15]

 

BAB III

PENUTUP

 

  1. Simpulan

Bank sperma adalah sebuah pengambilan sperma dari donor sperma lalu di bekukan dan disimpan ke dalam larutan nitrogen cair untuk mempertahankan fertilitas sperma.     Latar belakang munculnya bank sperma antara lain adalah sebagai berikut :

  • Keinginan menolong untuk memperoleh keturunan pada seorang pasangan suami istri yang tidak mempunyai anak.
  • Memperoleh generasi jenius.
  • Memilih suatu jenis kelamin
  • Mengembangkan kemajuan teknologi pada kedokteran.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam Musyawarah Nasional (Munas) MUI ke VIII di Hotel Twin Plasa, Jakarta Barat, Selasa (27/07/2010) menyatakan, praktek jual beli sperma haram hukumnya.

Inseminasi buatan ialah pembuahan pada hewan atau manusia tanpa melalui senggama. Dalam pandangan Islam, inseminasi buatan (bayi tabung) apabila dilakukan dengan sel sperma dan ovum suami istri sendiri dan tidak ditransfer embrionya ke dalam rahim wanita lain, maka Islam membenarkan, sebaliknya kalau inseminasi buatan itu dilakukan dengan bantuan  donor sperma dan atau ovum, maka diharamkan.

Transplantasi adalah rangkaian tindakan kedokteran untuk pemindahan alat dan atau jaringan tubuh manusia yang berasal dari tubuh orang lain dalam rangka pengobatan untuk menggantikan alat dan atau jaringan tubuh manusia yang tidak berfungsi dengan baik.

Jenis-Jenis Donor dan Hukumnya :

  1. Transplantasi organ tubuh donor dalam keadaan sehat, ini diharamkan oleh agama.
  2. Transplantasi organ tubuh dalam keadaan telah meninggal, ini diperbolehkan oleh agama demi kemaslahatan.

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Abdulrochim, Imam Parsudi. 1992. “Transplantasi Ginjal dan Prospek Pengembangannya di Indonesia” dalam Pidato Pengukuhan Guru Besar Universitas Diponegoro.

Aibak,  Kutbudin. Kajian Fiqh Kontemporer. Yogyakarta : Teras.

Anshory, Makmum. https://rumahmakalah.wordpress.com/2009/05/21/bank-sperma-dalam-islam/ diakses pada 03 Mei 2017

Agustri, “Bank Sperma Menurut Hukum Islam”, http://vividagustridora89yahoocom-doraq.blogspot.co.id/2012/02/bank-sperma menurut-hukum-islam.html diakses pada 04 Mei 2017Hariyanto, Muhsin. ” Bank Sperma Dalam Perspektif Hukum Islam “ http://muhsinhar.staff.umy.ac.id/bank-sperma-dalam-perspektif-hukum-islam-2/ diakses pada 04 Mei 2017

Nata,  Abuddin. 2013. Masail Fiqhiyah. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group.

Shidiq, Sapiudin. 2016. Fiqih Kontemporer. Jakarta: Prenada Media Group.

Suminar, Sri Ratna. 2010. “Aspek Hukum Dan Fiqih Tentang Transaksi Organ Tubuh Untuk Transplantasi Organ Tubuh Manusia “ dalam Jurnal FH.UNISBA. VOL.XII. NO. 1 Maret 2010

[1] Makmum Anshory ,https://rumahmakalah.wordpress.com/2009/05/21/bank-sperma-dalam-islam/ diakses pada 03 Mei 2017

[2] Muhsin Hariyanto,” Bank Sperma Dalam Perspektif Hukum Islam “ http://muhsinhar.staff.umy.ac.id/bank-sperma-dalam-perspektif-hukum-islam-2/ diakses pada 04 Mei 2017

[3] Agustri, “Bank Sperma Menurut Hukum Islam”, http://vividagustridora89yahoocom-doraq.blogspot.co.id/2012/02/bank-sperma-menurut-hukum-islam.html diakses pada 04 Mei 2017

[4] Sapiudin Shidiq, Fiqih Kontemporer (Jakarta: PrenadaMedia Group, 2016) hlm. 109-110

[5] Ibid, hlm. 111

[6] Kutbudin Aibak, Kajian Fiqh Kontemporer, (Yogyakarta : Teras, 2009), hlm. 106

[7] Abuddin Nata, Masail Fiqhiyah (Jakarta: Kencana Prenadamedia Group, 2003) hlm .103-104

[8] Sapiudin Shidiq, Op.Cit. hlm. 112

[9] Ibid, hlm. 117

[10] . Imam Parsudi Abdulrochim, “Transplantasi Ginjal dan Prospek Pengembangannya di Indonesia” dalam Pidato Pengukuhan Guru Besar Universitas Diponegoro tahun 1992, hlm. 2

[11] Sri Ratna Suminar, “Aspek Hukum Dan Fiqih Tentang Transaksi Organ Tubuh Untuk Transplantasi Organ Tubuh Manusia “ dalam Jurnal FH.UNISBA. VOL.XII. NO. 1 Maret 2010, hlm. 35

[12] Sapiudin Shidiq, Op.Cit hlm. 121

[13] Abuddin Nata, Op.Cit hlm. 105

[14] Kutbudin Aibak, Op.Cit hlm.128

[15] Sapiudin Shidiq, Op.Cit hlm. 127

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s