Pernikahan Beda Agama

Hasil gambar untuk hukum pernikahan beda agama menurut zakir naikOleh : Dr. Zakir Naik (ringkasan)

Di dalam Al-quran pria muslim dibolehkan menikahi Ahli Kitab dan itu memang dijelaskan. Di dalam surat al-Maidah, ayat 5 yang menyatakan,
“Pada hari ini dihalalkan bagi kalian segala yang baik-baik, makanan (sembelihan) Ahli Kitab itu halal bagi kalian, dan makanan kalian halal bagi mereka. Dan (dihalalkan bagi kalian menikahi) perempuan-perempuan yang menjaga kehormatan di antara perempuan-perempuan yang beriman dan perempuan-perempuan yang menjaga kehormatn diantara orang-orang yang diberi Alkitab sebelum kalian….”

Kenapa seperti itu? Karena ketika laki-laki menikah dengan wanita ahli kitab, keluarga suaminya akan menerimanya karena Islam MEMPERCAYAI kitab-kitab Taurat, Zabur, dan juga Injil. Sedangkan sebaliknya, jika seorang wanita muslim memasuki keluarga suami itu mereka tidak menerimanya, karena MEREKA TIDAK MEMPERCAYAI nabi Muhammad. Itu yang membedakan. Karena kalau sudah seperti itu, maka akan terjadi pertentangan diantara suami dan istri. Itu yang tidak diharapkan. Karena hakikat perkawinan adalah adanya rasa kasih sayang diantara keduanya, bukan terjadi pertentangan.

Untuk wanita musyrik, disebutkan dalam Al-quran surat al-Baqarah ayat 221yang menyatakan:

“Dan janganlah kalian nikahi perempuan musyrik, sebelum mereka beriman. Sungguh, hamba sahaya perempuan yang beriman lebih baik dari perempuan musyrik meskipun dia menarik hati kalian….”

Sekali lagi saya jelaskan, bahwasanya seorang budak yang beriman jauh lebih utama dibanding wanita cantik tapi kafir.

“… Dan janganlah kalian nikahkan orang (laki-laki) musyrik (dengan perempuan yang beriman) sebelum mereka beriman. Sungguh, hamba sahaya laki-laki yang beriman lebih baik dari laki-laki musyrik meskipun dia menarik hati kalian….”

Dan dalam surat yang lain, yaitu surat al-Maidah ayat 72 yang berbunyi

“Sungguh, telah kafir orang-orang yang berkata,” Sesungguhnya Allah itu dialah al-Masih putra Maryam.” padahal al-Masih (sendiri) berkata, “Wahai bani Israil, sembahlah Allah, Rabbku dan Rabb kalian. …”

Orang-orang kafir itu menyatakan bahwa Isa anak Maryam adalah Tuhan. Dalam ayat ini dinyatakan bahwa mereka yang menyatakan bahwa nabi Isa adalah Tuhan, mereka itu adalah orang-orang yang kafir. Kalau melihat ayat ini, mungkinkah seorang muslim menikah dengan orang-orang kafir.

Jika kita melihat hal ini seolah-olah di dalam Al-quran terdapat pertentangan. Padahal seperti yang pernah saya katakan, kita mempelajari Al-quran secara menyeluruh. Surat al-Imran ayat 110:

“Kalian (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kalian) menyuruh (berbuat) yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih  baik bagi mereka. Diantara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.”

Jadi, al-Quran memperbolehkan seorang muslim untuk menikahi seorang ahli Kitab yang mukmin yaitu yang mengimani Isa sebagai nabi dan bukan sebagai Tuhan dan juga mengimani hanya satu Tuhan yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s