Kegiatan Agama Menjamur di Kampus-kampus Malaysia

Hasil gambar untuk pendidikan malaysiaNama Malaysia tentunya tak asing lagi bagi kita warga Indonesia. Negara tetangga ini bisa dikatakan sebagai kaum serumpun atau sebagian sama-sama dari suku Melayu. Agama mayoritas pun sama di negara ini yakni Islam.

Tak banyak berbeda dengan Indonesia di Malaysia pun mempunyai toleransi beragama yang tinggi. Meski begitu ada beberapa hal yang tentunya tak bisa dilupakan bagi para pendidik, pelajar, dosen asal Indonesia yang sedang menempuh pendidikan disana,

Ketua Yayasan Pendidikan Bina Banua/ Badan Penyelenggara STIA Bina Banua dan SMK Bina Banua, Drs H Gerilyansyah Basrindu MM, PhD pun pernah menuntut ilmu saat menimba S3 Manajemen Bisnis di Universiti Utara Malaysia (UUM) di Sintok, Kedah Darul Alam Malaysia.

Selama itu terkadang ia bolak-balik Indonesia – Malaysia dan pernah tinggal menetap cukup lama yakni sekitar tiga bulan. Menurutnya kehiduan beragama dan penghargaan terhadap etnis di Kedah sangat tinggi.

Dalam kampus, kegiatan beragama dijamin dan masing-masing etnis seperti Melayu, Cina dan India mempunyai kegiatan agama masing-masing meski yang dominan adakah agama Islam.

Di kampus mempunyai dua masjid besar yang masing-masing masjid bisa menampung 2000 – 2500 jamaah. Ini tak lepas dari jumlah mahasiswa yang belajar di kampus tersebut mencapai 34 ribu mahasiswa dan berasal dari berbagai negara di seluruh dunia.

“Ada mahasiswa dari Sudan, Maroko, Cina, Rusia, Indonesia, Thailand dan lain-lain. Yang dominan sih mahasiswa muslim,” papar H Gerilyansyah Basrindu yang juga Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Kalsel

Menurutnya kebiasaan habis salat subuh dan magrib di masjid kampus tersebut ada kajian keagamaan dimana para mahasiswa muslim siapa saja bisa ikut.

Kemudian berkumpul seperti lingkaran membacakan Alma Surat karangan Hasan Albana.

“Selain itu banyak juga kegiatan agama seperti peringatan Isra Mirad yang juga melibatkan dosen, tokoh mahasiswa dan lainnya,” ucapnya,

Bahkan kerap juga mendatangkan para penceramah kondang seperti ustad Nurdin Marbu dan lainnya. Kemudian saat Ramadan juga banyak kegiatan seperti bazaar yang diselenggarakan pusat Islam, buka bersama di kampus dan lainnya.

Selain itu suasana keagaman kental dan tolerasi tinggi . Untuk bahasa yang digunakan ada bahasa Melayu. Bahasa Cina dan kadang Bahasa Inggris.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s