SESUNGGUHNYA KHILAFAH ITU SUDAH TEGAK

Foto Sholahuddin Al Ayubi.Menurut Jama’ah Muslimin (Hizbullah) bahwa sesungguhnya Khilafah ‘Ala Minhajin Nubuwwah (khilafah yang mengikuti jejak kenabian) fase ke II atau fase terakhir yang dinanti-nanti oleh kaum Muslimin itu sudah tegak sejak dibai’atnya Syeikh Wali Al Fattah (Allahuyarham) tanggal 8 Rabiul Akhir 1372 H. (23 Januari 1953 M.) tegaknya Khilafah merupakan kehendak Allah melalui ikhtiar dengan melalui proses pembai’atan terhadap Syeikh Wali Al Fattah, tegaknya Khilafah tidak serta merta mengubah peradaban dunia namun perlu proses yaitu amal sholih.

Jika ada ummat Islam yang bertanya kalau Khilafah itu memang sudah tegak lantas dimana wilayah kekuasaannya, dan mengapa Muslimin dibelahan bumi lainnya seperti Palestina, Syuri’ah, Irak, Rohingya dll saat ini masih terpuruk dan menjadi objek permainan orang kafir ? Selama Muslimin masih bercerai berai tidak mau bersatu berJAMA’AH dan menetapi Jama’ah yang disyari’atkan maka selama itu pula Khilafah tidak akan sempurna, kesempurnaan Khilafah hanya didapat ketika Muslimin bersatu dan saling kuat menguatkan.

Begitu juga bila Allah berkehendak terhadap keadaan Muslimin “Masya Allahu kaana wa ma lam yasya lam yakun, la haula wala quwwata illa billahi” Setiap keadaan (menang atau kalah, jaya atau terpuruk) adalah ketetapan Allah subhanahu wa ta’ala yang perlu menjadi ibroh dan nasihat bagi Muslimin. Jaya dan menang hanya akan diberikan kepada Muslimin saat Muslimin bersatu dalam satu JAMA’AH dan satu IMAAMAH dan tidak berpecah belah dalam bentuk berfirqoh-firqoh.

Kemudian apabila ada ummat Islam yang bertanya mengapa Imaam Jama’ah Muslimin (Hizbullah) tidak tampil ke permukaan mengambil alih urusan Islam dan Muslimin? Sepanjang Muslimin tetap berfirqoh-firqoh dan memiliki pemimpinnya masing-masing, maka Komando Imaam Jama’ah Muslimin (Hizbullah) tidak akan ada artinya sama sekali, karena tidak akan didengar dan ditaati. Ketaatan hanya akan diberikan oleh Muslimin yang sudah membai’atnya saja.

Jika ada Muslimin yang bertanya mengapa kontribusi Jama’ah Muslimin (Hizbullah) yang katanya Khilafah ‘Alaa Minhajin Nubuwah belum begitu terasa oleh umat Islam? Insya Allah sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, Jama’ah Muslimin (Hizbullah) selalu memberikan konstribusi terhadap setiap persoalan yang dihadapi Muslimin dan Setiap amal tidak perlu senantiasa ditampakkan/diperlihatkan, cukuplah Allah saja yang melihat.

Jama’ah Muslimin (Hizbullah) selalu menanggapi perkembangan pemikiran Khilafah yang saat ini semakin berkembang luas di tengah-tengah umat, karena syari’at Khilafah ini untuk diamalkan/dilaksanakan bukan hanya sebatas wacana kemudian diseminarkan atau diperbincangkan, melainkan diamalkan sebagaimana syari’at sholat, zakat, haji dan lain-lain, Jama’ah Muslimin (Hizbullah) berupaya realistis di kalangan umat Islam yaitu dengan cara mempraktekkan syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari dan mengadakan ta’aruf antar bangsa da’wah, ta’lim secara terbuka.

Jama’ah Muslimin (Hizbullah) mengingatkan kepada ummat Islam yang lebih memilih tidak membai’at seorang Imaam, Dalam hal ini masih banyak muslimin yang belum mengetahui akan pentingnya syari’at bai’at, padahal membai’at Imam atau Khalifah, berjama’ah dan taat adalah unsur-unsur penting dalam ikatan Islam. Sebagaimana atsar sahabat mengatakan: “Tidak akan tegak Islam itu kecuali dengan wujud jama’ah, dan tidak terwujud jama’ah kecuali adanya Imaam, dan tidak ada Imaam itu kecuali untuk ditaati “.

Wallahu ‘alam bisshowab

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s